Bisnis minuman kemasan saat ini sedang menjadi tren dan menjanjikan prospek yang bagus. Alasannya karena usaha minuman kemasan memiliki pangsa pasar yang sangat luas. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga kalangan profesional dan orang tua, semua suka membeli minuman kemasan kekinian. Tidak heran banyak orang tertarik mencoba peruntungan di bisnis ini. Namun, memulai usaha minuman kekinian bukan perkara sederhana. Selain menyiapkan resep yang khas dan desain booth yang menarik, desain kemasan produk yang menarik dan elegan juga perlu dipertimbangkan.
Meski tampak sepele, kemasan cup dapat meningkatkan daya tarik produk, membangun identitas produk, serta menumbuhkan kepercayaan konsumen. Sayangnya, banyak pelaku usaha justru gagal desain kemasan yang sesuai. Padahal, desain produk yang tidak tepat dapat memengaruhi citra dan minat beli. Agar Anda tidak ikut keliru ketika membuat desain kemasan produk minuman kekinian, berikut lima kesalahan umum yang harus dihindari:
Terlalu Fokus Pada Tampilan
Desain kemasan produk yang menarik memang pentin. Tapi, jangan sampai fungsinya sebagai wadah justru terabaikan. Kualitas bahan dan kepraktisan harus tetap jadi perhatian. Pilih material yang sesuai dengan karakter minuman agar aman digunakan serta nyaman saat dikonsumsi. Pastikan pula konsumen dapat menikmati produk dengan mudah tanpa repot membuka atau memegangnya. Sebab, riset menunjukkan 44% konsumen cenderung menghindari produk dengan kemasan yang kurang praktis.
Desain Terlalu Ramai

Banyak pelaku usaha paham pentingnya kemasan yang menarik. Tapi, hal itu justru sering membuat mereka membuat desain yang terlalu berlebihan. Alih-alih menarik, desain kemasan produk yang penuh warna dan dipenuhi ilustrasi lucu justru membingungkan konsumen dan terkesan norak. Buatlah desain yang seperlunya. Tidak terlalu ramai, tapi cukup menyampaikan identitas brand produkmu.
Desain Tidak Sesuai Target Pasar
Desain kemasan produk yang bagus bukan hanya soal pemilihan warna, ilustrasi, atau tampilan luar semata. Lebih dari itu, kemasan harus mencerminkan karakter pasar yang ditarget. Misalnya, produk yang dijual untuk kalangan profesional akan terlihat kurang menarik jika menggunakan desain yang terlalu playful dan penuh ornamen. Sebaliknya, gaya tersebut justru sesuai bila sasarannya anak muda. Karena itu, penting untuk menentukan siapa target pasar kamu sejak awal, bagaimana gaya hidup mereka, lalu sesuaikan desain dengan karakteristik tersebut.
Terlalu Banyak Informasi
Ketika membuat desain kemasan produk, sering kali pelaku usaha ingin menampilkan terlalu banyak ide sekaligus. Akibatnya terlalu banyak teks yang ditampilkan, dibuat kecil, rapat, dan sulit dibaca. Alih-alih menarik, desain seperti ini justru membuat pesan tidak tersampaikan kepada konsumen. Padahal, kemasan berfungsi sebagai alat komunikasi cepat dengan konsumen.
Tidak Merepresentasikan Identitas Brand

Desain yang menarik dan elegan memang penting. Tapi, hal itu sia-sia jika tidak merepresentasikan identitas brand. Logo yang tidak terlihat jelas, Tidak ada warna khas yang mewakili brand, atau minimnya ciri visual membuat produk sulit dikenali. Agar desain kemasan produk benar-benar efektif, pastikan untuk memasukan elemen brand secara konsisten. Baik dari segi warna utama, gaya ilustrasi, maupun tone visual tertentu.
Kesimpulan
Itulah kesalahan-kesalahan umum dalam membuat desain kemasan produk yang perlu diperhatikan. Merancang kemasan memang bukan hal mudah, karena melibatkan aspek teknis sekaligus kreativitas. Jika kamu masih bingung menentukan desain yang tepat, konsultasi dengan pihak berpengalaman dapat menjadi solusi. Packman siap membantu menghadirkan kemasan yang menarik sekaligus profesional. Kunjungi Packman untuk informasi lebih lanjut.