5 Kesalahan Printing Plastik yang Sering Dilakukan UMKM (dan Solusinya)

5 Kesalahan Printing Plastik yang Sering Dilakukan UMKM (dan Solusinya)

Banyak pelaku bisnis rumahan sering menyepelekan proses printing plastik UMKM, padahal tahap ini sangat menentukan bagaimana produk dipersepsikan konsumen. Kesalahan kecil seperti warna yang tidak konsisten atau hasil cetak yang mudah pudar bisa membuat kemasan terlihat kurang profesional. Dampaknya, kepercayaan konsumen menurun dan produk sulit bersaing. 

Agar masalah ini tidak kamu ulangi, berikut kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika printing plastik.

Kesalahan Umum Printing Kemasan

1. Desain tidak mewakili brand

Desain kemasan yang bagus belum tentu mewakili karakter brand. Elemen visual yang tidak konsisten dapat mengaburkan tone dan pesan yang ingin dibangun. Dalam proses printing plastik umkm, ketidaktepatan desain seperti ini dapat membingungkan konsumen dan melemahkan citra brand. Kemasan seharusnya memperkuat storytelling produk, bukan memberi kesan yang meleset dari identitas aslinya.

2. Salah memilih material kemasan

printing plastik umkm

Setiap jenis produk memiliki kebutuhan plastik yang berbeda. Oleh karena itu, material plastik yang dipilih harus sesuai dengan karakter, suhu penyajian, dan tingkat sensitivitas produk. Misalnya, minuman panas membutuhkan plastik yang tidak mudah melengkung. Sementara itu, minuman berkarbonasi memerlukan material yang mampu menahan tekanan.

Dalam proses printing plastik umkm, kesalahan ini sering memicu komplain karena kemasan mudah bocor atau berubah bentuk. Memahami karakter produk sejak awal membantu menentukan material yang aman, stabil, dan sesuai standar.

3. Tidak menyesuaikan desain dengan ukuran cup gelas

Desain yang dibuat rata di layar sering berubah saat diaplikasikan pada gelas berbentuk melengkung. Tanpa penyesuaian layout, elemen visual bisa tampak melebar, terdistorsi, atau tidak sejajar ketika dicetak. Dalam proses printing plastik, kesalahan ini membuat hasil akhir terlihat kurang rapi dan mengurangi kesan profesional. Desain perlu disesuaikan dengan area cetak sebenarnya agar tetap proporsional di permukaan gelas.

 4. Tidak melakukan proofing warna

Warna desain di layar komputer sering terlihat lebih cerah dan kontras dibandingkan hasil cetak. Oleh karenanya, perlu proses proses proofing ketika printing plastik umkm. Tujuannya untuk memastikan warna akhir sesuai desain. Tanpa langkah ini, hasil cetakan seringkali jadi terlalu pucat, terlalu gelap, atau bahkan berubah tone secara signifikan. 

5. Tidak melakukan uji sampel

printing plastik umkm

Tidak sedikit pelaku UMKM langsung mencetak kemasan dalam jumlah besar tanpa meminta uji sampel terlebih dahulu. Akibatnya, mereka baru menyadari masalah seperti warna yang tidak akurat, posisi logo yang meleset, atau hasil cetak yang kurang tajam setelah produk selesai diproduksi. 

Situasi ini sering terjadi dalam proses printing plastik UMKM dan menimbulkan kerugian waktu serta biaya. Padahal, uji sampel memberi kesempatan untuk mengecek kualitas dan memastikan desain tampil sesuai harapan sebelum masuk ke produksi massal.

Solusi Printing Plastik Berkualitas

Untuk mengatasi berbagai kendala dalam printing plastik cup, diperlukan pendekatan yang terencana sejak awal. Mulailah dengan memastikan desain sudah sesuai standar cetak, termasuk ukuran, resolusi, dan pemilihan warna. Pilih bahan plastik yang kompatibel dengan karakter produk agar kemasan tetap kuat dan kualitas minuman terjaga. Jangan lupa juga untuk meminta sampel cetakan sebelum produksi massal untuk mencegah potensi kerugian.

Jika Anda merasa kesulitan menentukan semuanya sendiri, memilih vendor printing plastik UMKM adalah solusi yang lebih aman. Vendor profesional seperti Packman dapat membantu memberikan masukan terkait desain, pemilihan material, hingga proses produksi plastik cup sampai akhirnya siap dikirim ke bisnis Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PT Packman Makmur Jaya

Contact Us

© 2025 PT Packman Makmur Jaya. All right reserved.